Jaring laba-laba adalah rumah yang rapuh (menurut ukuran manusia). Meskipun demikian, jaring laba-laba itu cukup handal menangkap serangga-serangga kecil yang berani singgah disitu. Tak sedikit serangga kecil terkecoh dengan jaring-jaring itu. Dikiranya tidak ada, karena jaring-jaring itu tampak transparan sekali, eh padahal jaring-jaring itu sangat berbahaya. Berbahaya bagi diri si serangga kecil. Serangga kecil yang terperangkap di dalam jaring-jaring itu sudah tentu merasa risau. Khawatir. Kecewa. Stres, dan seterusnya. Tapi ia tidak bisa berbuat apa-apa lagi. Ia sudah terperangkap dan tidak bisa terbang bebas lagi. Jaring laba-laba sebagai wujud rumah yang rapuh ini adalah seperti perusahaan, industri, dan perusahaan perkebunan. Setelah saya membaca buku hasil riset dengan judul "Hidup Bersama Raksasa: Manusia dan Pendudukan Perkebunan Sawit" oleh Tania Murray Li dan Pujo Semedi, saya sampai pada satu asumsi bahwa perusahaan perkebunan itu ibarat jaring laba-laba,...
Hasil Indera, Pikiran, dan Rasa