Sejarah menuturkan bahwa ada seorang Kapitan di desa Rumbati yang berasal dari suku Ala bernama Pattialam. Ia menikah dengan Ratu Pormalei, dan dari perkawinan itu dikaruniai tiga orang anak laki-laki dan dua orang anak perempuan yaitu Timanole, Simanole, Silalohi (Lohilomanuputty), Nyai Intan dan Nyai Mas. Setelah dewasa ketiga orang anak laki-laki sepakat untuk pergi meninggalkan Hatumeten. Niat ini disampaikan kepada kedua orang tua mereka. Sang ibu kemudian mengambil sebuah mangkok untuk membuat sumpah janji dengan meminum tetesan darah dari jari-jari tangan ketiga saudara tersebut. Isi sumpah itu sebagai bukti bahwa ketiga saudara adalah satu gandong (kandung). Di manapun mereka berada mereka harus saling memperhatikan antara satu dengan yang lain. Sumpah janji ini bersifat mengikat sampai anak cucu turun temurun. Inilah sumpah yang bernilai mistik sangat tinggi. Perjalanan dari kelima bersaudara itu nantinya melahirkan beberapa kampung di Maluku. Saudara Timanole berhenti d...
Hasil Indera, Pikiran, dan Rasa