Langsung ke konten utama

Postingan

Nama-nama Ladang yang Digarap Masyarakat Siri-Sori Islam

Berikut ini, nama-nama ladang yang digarap masyarakat Siri-Sori Islam. Pertanyaannya, sejak kapan para tetua memberi nama-nama ini?  Terus, apa arti dibalik nama-nama ini? Apakah nama-nama ini menggambarkan situasi ladang, seperti tekstur tanah, dll?  Hatumete Amahani  Sanaalo Tawala Karamat Umepeddo Waituwaalo Saupena Amtuo Lounno Hakakaulo Lasanno Lapoido Alana Dusido Malohunno Mosisi Kepi Saduto Umemetenno Huwanai Kepi kaita Wotu Sellade Supawonno So Samalhatanno Mallaki Ampatolalo Hatudesi Kullo Wodu Tahapesiwonno Waimatani Inallo Dimudu Wati Skopwunno Keulo Wati Medim nuollo Salawano Tahinanjerek Soullo Mokobersua Halasinno Pata Siaputih Dedehe'elo Amanuwonno Lataddo Wula Sarikat Lalaworunno Sinidalo Paunusa Palawudwa Aisinno Dedeido Tinawulo Hinaratu Hatutelahani Amanuwonno Hatuwoni Sadewa Pupuweo Iyagunung Medim nuollo ...

Menjadi Pemuda Kreatif, Suatu Keharusan

Hanya satu persen dari pemuda di dunia ini yang fokus mengasah kreativitas, sehingga melahirkan perubahan sosial yang sangat luar biasa dampaknya. Para pencetus perubahan sosial ini bukan para politisi, melainkan para programmer.  Dengan hasil kreativitas mereka cetuskan aplikasi sosmed seperti facebook, instagram, whatsapp, line, path, dll. Kehadiran aplikasi-aplikasi sosmed itu, sungguh terasa dampaknya bagi kehidupan kita sekarang ini.  Tanpa sadar, kini wajah perpolitikan kita sudah berubah drastis akibat kehadiran aplikasi sosmed itu. Perubahan sosial tak hanya menyentuh aspek politik, bahkan sosial dan budaya mengalami perubahan drastis.  Di tengah arus perubahan zaman, kita malah sibuk dengan watak konsumerisme tingkat dewa, dan hanya mengekor pada hasil kreativitas para programmer. Berikut ini, nama-nama para programmer, yang notabene bukan politisi "murni". Pertama, Mark Zuckerberg. Laki-laki kelahiran 1984 ini pencetus facebook. Sekarang...

Persepsi Orang Siri-Sori Islam tentang Perilaku Individu

Sekilas pandangan masyarakat Siri-Sori Islam tentang perilaku seseorang mirip para ilmuwan psikologi yang mengatakan bahwa, "Perilaku manusia terbentuk oleh pengaruh genetik atau turun-temurun".  Berikut pandangan masyarakat, beta ulas dalam bentuk obrolan singkat.  " Sei anai emmine ?" (Itu anaknya siapa?)  " Maimuna anai " (Anaknya Maimuna)  " Iii cerewett wa inani ni .." (Dia cerewet mirip dia mama)  Obrolan itu menyiratkan bahwa pandangan masyarakat tentang "perilaku/karakter" seseorang dipengaruhi oleh faktor turun-temurun (bahasa ilmiahnya: genetik).  Ilmuwan psikologi yang mengatakan bahwa perilaku seseorang dipengaruhi oleh faktor genetik (turun-temurun) ialah Edward Thorndike (1903). Beberapa studi penelitian yang dilakukan Map My Gene, sebuah perusahaan tes psikologi dari Amerika Serikat membuktikan bahwa hampir 95% perilaku seseorang dipengaruhi genetik.  Perilaku yang dipengaruhi genetik ...

Tradisi "Foso" Orang Ternate

Setiap kelompok masyarakat di berbagai daerah memiliki norma-norma yang khas. Dalam prosesnya, norma-norma itu kemudian menjadi (meminjam ulasan Ulil Abshar Abdalla) "fixed" dalam bentuk tradisi laten yang dipraktikkan masyarakat setempat. Dari norma menjadi tradisi inilah disebut "fiksasi" (penekanan akhiran "si" berarti proses menuju ke arah lebih baik). Sehingga, setiap tradisi yang ada tampak memiliki nilai-nilai kebaikan. Di Ternate, Maluku Utara, misalnya ada tradisi lisan oleh masyarakat menyebutnya, "foso dan boboso". "Foso" adalah norma etika, atau lebih terkait dengan norma kesusilaan, yang harus dipraktikkan masyarakat setempat. Kalau masyarakat tidak mempraktikkannya maka akan ditimpa musibah, seperti kerusakan moral atau gangguan alam (gunung meletus, gempa, dan lain-lain). Sebab "foso" ini lahir dari hasil refleksi diri orang Ternate tentang upaya menjaga keharmonisan (keseimbangan) antara perila...

Gunung Nona

Kenapa kita panggil gunung nona? Nona (cewek cantik). Terus, kalau cantik lalu apa kaitannya dengan gunung? Gunung dan nona. Maksudnya, nona punya gunung atau gunung punya si nona? Wah, awas, otak kau itu jangan ngeres ya. Beta ulangi sekali lagi, "jangan ngeres". Titik.  Gunung memang indah. Soekarno bilang (terjemahan bebasnya), "Kalau kita lihat gunung dari jauh, memang tampak menawan". Ya, indah karena di lihat dari jauh. Namun, ketika kita ke sana, maksudnya mendaki, maka kita akan temukan hutan belantara, ada berbagai jenis hewan, tanah cokelat, dan seterusnya.  Gunung mengajarkan kita tentang cara berpikir kritis. Yakni tentang subjek dan objek. Subjek ialah Anda sendiri sebagai pengamat. Dan objek ialah gunung itu sendiri. Objek punya unsur-unsurnya, aspek-aspeknya, atau ciri-cirinya.  Seperti gunung (objek) ini memang tampak hanya satu. Namun, ciri-cirinya sangat banyak jumlahnya. Kita bisa katakan gunung kalau bentuknya kerucut, ada hutan ...

Bersama Cahaya

Kata-kata sudah terlanjur keluar dan sulit di tarik kembali. Jika kata-kata itu nantinya tersebar dan bertebaran di mana-mana, beta akan di minta pertanggungjawaban. Wahai cahaya, ampunilah aku yang khilaf mengucapkan setiap kata-kata.  Jika nanti kata-kata itu terbukti benar dan sesuai fakta, maka biarkanlah ia berkelana semaunya, dan tolong di hormati sebagai upaya merubah dari yang salah menuju yang benar. Namun, sebaliknya, jika kata-kata itu terbukti salah dan tidak sesuai fakta, maka hentikanlah ia dengan cahayamu sebelum ia tersebar entah ke mana saja, dan ampunilah daku yang khilaf.  Sungguh, aku termasuk manusia yang khilaf dan sulit mengontrol diri. Atas kekhilafan, maka longgarkan jeratan keangkuhan ini. Hanya cahaya yang bisa menolong aku melepas suatu kesalahan yang terlanjur terucapkan. Sebagai pelajaran, aku akan belajar mengontrol diri dari sebuah ucapan. Aku akan belajar mengerem kata-kata yang terkesan menyakitkan, pamer, dangkal, dan tidak s...

Sosmed Merenggut Kebebasan Manusia

Popularitas mengalahkan kebebasan ku sendiri. Sosmed punya algoritmanya. Sekali kita unggah status dan banyak mendapat like, maka muncul hawa dalam diri ini, yakni popularity.  Ketika kita terjerembab dalam lubang popularitas, maka yang ada ialah keinginan untuk mengulang kembali upload status. Ini yang disebut "maniak" dalam ber-sosmed.  Ketika sudah maniak, maka yang muncul ialah kehausan di akui publik. Ketika muncul rasa haus itu, maka tibalah saatnya kita berada di tubir kepameran, keangkuhan, dan kesombongan.  Tidak ada rasa bahagia dalam ber-sosmed. Yang ada hanyalah keinginan untuk menarik simpatisan. Dan ketika hal itu tidak terjadi, maka muncul penyesalan. Ini benar-benar bahaya. Sosmed merenggut kebebasan ku sendiri.  Aku ingin lepas dari dunia sosmed. Ingin lepas semuanya. Sosmed membuat kita bergerak tanpa jiwa. Sosmed membuat kita hilang kendali. Sosmed merenggut segalanya. Sosmed membuat kita tidak lagi menjadi pribadi "tulen". ...