Langsung ke konten utama

Nama-nama Ladang yang Digarap Masyarakat Siri-Sori Islam


Berikut ini, nama-nama ladang yang digarap masyarakat Siri-Sori Islam. Pertanyaannya, sejak kapan para tetua memberi nama-nama ini? 

Terus, apa arti dibalik nama-nama ini? Apakah nama-nama ini menggambarkan situasi ladang, seperti tekstur tanah, dll? 

Hatumete
Amahani 
Sanaalo
Tawala
Karamat
Umepeddo
Waituwaalo
Saupena
Amtuo
Lounno
Hakakaulo
Lasanno
Lapoido
Alana
Dusido
Malohunno
Mosisi
Kepi
Saduto
Umemetenno
Huwanai
Kepi kaita
Wotu
Sellade
Supawonno
So
Samalhatanno
Mallaki
Ampatolalo
Hatudesi
Kullo
Wodu
Tahapesiwonno
Waimatani
Inallo
Dimudu
Wati
Skopwunno
Keulo
Wati
Medim nuollo
Salawano
Tahinanjerek
Soullo
Mokobersua
Halasinno
Pata
Siaputih
Dedehe'elo
Amanuwonno
Lataddo
Wula
Sarikat
Lalaworunno
Sinidalo
Paunusa
Palawudwa
Aisinno
Dedeido
Tinawulo
Hinaratu
Hatutelahani
Amanuwonno
Hatuwoni
Sadewa
Pupuweo
Iyagunung
Medim nuollo
Pulakawoni
Lahakelalo
Uduputido
Owula
Dusido
Tahapesi
Aranowoni
Masiteiani
Salaiku
Surabaya
Pupeo
Hinaratu
Hatu parak
Medimhuduido
Kayala

dan masih banyak lagi.. berkah selalu.

Qashai Pelupessy
Maluku - Ambon
Sabtu, 19 Juli 2020

Komentar

Postingan populer dari blog ini

CONTOH: TULISAN ESAI LULUS BEASISWA

Untuk melamar beasiswa, seperti beasiswa LPDP Kemenkeu, maka pelamar diminta untuk menulis esai singkat tentang sejumlah kontribusi yang telah dilakukan selama ini. Ulasan tentang kontribusi ini paling tidak menjawab tiga hal yakni; (1) Kontribusi apa yang TELAH dilakukan?; (2) Kontribusi apa yang SEMENTARA dilakukan?; dan (3) Kontribusi apa yang NANTI dilakukan?. Intinya, ceritakan kontribusi apa baik itu SEBELUM, SEKARANG, dan NANTI. Membicarakan kontribusi ini bukan bermaksud untuk membanggakan diri sendiri, tapi sejauhmana peran anda di tengah kehidupan sosial. Berikut ini adalah contoh esai yang sudah saya tulis, dan alhamdulillah lulus beasiswa. Semoga bermanfaat.  ..............................  "Hidup damai” adalah dambaan setiap makhluk hidup di dunia ini. Baik itu hewan, tumbuhan, tanah, dan manusia, semuanya mendambakan kedamaian hidup. Itulah yang saya rasakan saat menulis personal statement ini setelah merefleksikan perjalanan hidup saya mulai sejak lahir hingga s...

Maluku Menuntut Keadilan?

Beberapa minggu lalu para intelektual Maluku melakukan webinar dalam rangka memperingati hari lahir republik Indonesia. Webinar itu mudah sekali ditebak substansi pembahasannya ialah soal keadilan sosial, ekonomi, dan pembangunan.  Awalnya, acara itu berlangsung hikmat. Webinar itu memberi beta sedikit pengetahuan bahwa ternyata industri-industri asing di Maluku "sengaja" dilegalkan hanya untuk menyedot kekayaan alam Maluku tanpa efek timbal balik yang jelas.  Keuntungan yang diperoleh industri asing itu langsung di kirim ke Jakarta untuk menghidupi gaya hidup "parlente" orang-orang berdasi di sana. Fakta ini sangat memprihatinkan. Maluku hanya dijadikan sapi perah. Ironis.  Olehnya itu, hasil webinar menuntut keadilan. Rekomendasi yang ditawarkan bukan main-main yakni; (1) melepaskan diri dari Indonesia; (2) merubah regulasi; dan (3) pembagian hasil harus seimbang 50:50.  Semua orang punya hak menuntut keadilan. Hal ini termasuk perilaku terpuji. Namun, dalam tuntu...