Langsung ke konten utama

Kasihku, Bunga


Bunga, 
Pantaskah, aku memanggilmu dengan sebutan, bunga?

Mawar memang harum, namun berduri, bunga. Tumbuhan matahari, tampak pesona di pagi dan sore, namun pudar menjelang malam, bunga.

Tumbuhan tai ayam* itu, tampak lesu tak berdaya, (mengapa di sebut tai?), sebutan yang lepas dari nalar, bunga. 

Bunga, 
Banyak orang baik, namun ternyata ada durinya, bunga. Filosofi Ying dan Yang dari China pandai menguraikannya, bunga. 

Bunga, 
Banyak orang mengejar popularitas di pagi sampai sore, namun malamnya suka bercumbu dengan pelacur. Syaitan Leviathan sebutannya, bunga. 

Bunga, 
Banyak orang lesu tak berdaya, mereka di singkirkan dari peradaban, kasihan. "Homo sacer", istilah Yunani yang ditempelkan pada manusia, di eksploitasi ketika lagi krisis, bunga. 

Bunga, 
Landscape historis macam apa ini? 
Peradaban apa yang musti di rancang? 
Lepas diri dari tradisi, musnahlah ceritanya, bunga. 

Aku sedang bercerita, bunga. 
Tentang dunia. 
Tentang kehidupan. 
Tentang mereka. 
Dan tentu juga, tentang kita, bunga. 

Qashai Pelupessy
Ambon - Maluku
Selasa, 02 Juni 2020

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Antara Realita dan Ideal

Apakah hal yang di ideal-kan selalu berada dalam kepala? Sebagaimana menurut Plato, bahwa yang ideal bersifat abstrak.  Keadilan yang paling "murni" ialah yang selalu ada dalam kepala. Di luar kepala, realita, keadilan itu terus mengalami proses menuju.  Kenapa hal ini penting di bahas? Kita selalu menggampangkan keadaan, dengan mengatakan bahwa ada keadilan.  Namun, kita jarang sadar diri, bahwa kita selalu mengkritik realita. Bahwa situasi saat ini sangat tidak adil.  Keadilan hanya di rasakan oleh sekumpulan orang tertindas. Parahnya, ada orang yang di tindas tapi tidak merasakan bahwa dirinya sedang di tindas. Terkait hal itu, pendapat imam Al-Ghazali sangat tepat sasaran. Bahwa ada empat tipe manusia.  (1) Tahu bahwa dirinya tahu (2) Tidak tahu bahwa dirinya tahu (3) Tahu bahwa dirinya tidak tahu, dan (4) Tidak tahu bahwa dirinya tidak tahu Terkait yang di ideal-kan dengan realita tsb, nah anda berada di tipe mana? Apa...

CONTOH: TULISAN ESAI LULUS BEASISWA

Untuk melamar beasiswa, seperti beasiswa LPDP Kemenkeu, maka pelamar diminta untuk menulis esai singkat tentang sejumlah kontribusi yang telah dilakukan selama ini. Ulasan tentang kontribusi ini paling tidak menjawab tiga hal yakni; (1) Kontribusi apa yang TELAH dilakukan?; (2) Kontribusi apa yang SEMENTARA dilakukan?; dan (3) Kontribusi apa yang NANTI dilakukan?. Intinya, ceritakan kontribusi apa baik itu SEBELUM, SEKARANG, dan NANTI. Membicarakan kontribusi ini bukan bermaksud untuk membanggakan diri sendiri, tapi sejauhmana peran anda di tengah kehidupan sosial. Berikut ini adalah contoh esai yang sudah saya tulis, dan alhamdulillah lulus beasiswa. Semoga bermanfaat.  ..............................  "Hidup damai” adalah dambaan setiap makhluk hidup di dunia ini. Baik itu hewan, tumbuhan, tanah, dan manusia, semuanya mendambakan kedamaian hidup. Itulah yang saya rasakan saat menulis personal statement ini setelah merefleksikan perjalanan hidup saya mulai sejak lahir hingga s...