Langsung ke konten utama

Kasihku, Bunga


Bunga, 
Pantaskah, aku memanggilmu dengan sebutan, bunga?

Mawar memang harum, namun berduri, bunga. Tumbuhan matahari, tampak pesona di pagi dan sore, namun pudar menjelang malam, bunga.

Tumbuhan tai ayam* itu, tampak lesu tak berdaya, (mengapa di sebut tai?), sebutan yang lepas dari nalar, bunga. 

Bunga, 
Banyak orang baik, namun ternyata ada durinya, bunga. Filosofi Ying dan Yang dari China pandai menguraikannya, bunga. 

Bunga, 
Banyak orang mengejar popularitas di pagi sampai sore, namun malamnya suka bercumbu dengan pelacur. Syaitan Leviathan sebutannya, bunga. 

Bunga, 
Banyak orang lesu tak berdaya, mereka di singkirkan dari peradaban, kasihan. "Homo sacer", istilah Yunani yang ditempelkan pada manusia, di eksploitasi ketika lagi krisis, bunga. 

Bunga, 
Landscape historis macam apa ini? 
Peradaban apa yang musti di rancang? 
Lepas diri dari tradisi, musnahlah ceritanya, bunga. 

Aku sedang bercerita, bunga. 
Tentang dunia. 
Tentang kehidupan. 
Tentang mereka. 
Dan tentu juga, tentang kita, bunga. 

Qashai Pelupessy
Ambon - Maluku
Selasa, 02 Juni 2020

Komentar

Postingan populer dari blog ini

"MITOS PRIBUMI MALAS"

( Ilustrasi pribumi. Lukisan ) Istilah "mitos pribumi malas" ini saya temui dari buku hasil penelitian yang ditulis Tania Murray Li dan Pujo Semedi (2022). Buku itu berjudul "Hidup Bersama Raksasa". Maksudnya, masyarakat hidup bersama perusahaan perkebunan. Kembali ke soal istilah, "Apakah pribumi kita benar-benar berwatak pemalas? Ataukah ini hanya mitos saja agar kita merasa inferior dalam mengelola sumber daya yang ada secara mandiri dan harmonis?" Jika kita periksa lembar-lembar sejarah, kita akan temui banyak fakta tentang mustahilnya pribumi kita punya watak pemalas. Kalau pribumi kita pemalas, maka tidak mungkin waktu itu pribumi kita bisa membuat perahu lalu mengarungi samudra sampai ke Madagaskar. Mustahil juga pribumi kita waktu itu melakukan perdagangan internasional sampai di anak benua India, lalu dari situ bahan-bahan dagang kita (putik cengkih, lada, dan pala) tersebar ke seluruh Eropa.  Usaha pribumi kita melakukan perdagangan internasional...