Langsung ke konten utama

Negeri Penutur


Di negeri penutur, orang bisa berhikayat apa saja, 
tentang adat bersendikan agama, 
agama bersendikan kitabullah, 
kitabullah bersendikan Allah Ta'ala, 

Di negeri penutur, orang bisa berhikayat apa saja, 
tentang moyang bersilaturahmi antar-moyang, 
tentang kita masuk ke mereka, 
atau mereka masuk ke kita.

Di negeri penutur, di sini, 
tak ada prasasti seperti di Kalimantan, 
Sumatera, atau Jawa. 
Tak ada lontar seperti di Bugis-Makassar. 

Di negeri penutur, di sini, 
Yang ada hanya Victoria, Amsterdam, dan Durstede, 
Yang ada hanya surat-menyurat para Gubernemen Portugis, Spanyol, atau VOC. 

Di negeri penutur, di sini, 
Yang ada hanya lukisan-lukisan centil Rumphius, 
atau catatan kecil studi Wallace, 
menggema sampai ke Eropa, 
dan masuk lagi ke Indonesia. 

Di negeri penutur, di sini, 
kita tak tahu siapa itu Pattimura, 
sebagai kelompok atau individu, 
Thomas Matulessy, Ahmad Lussy, 
Said Perintah, atau Siapa?

Di negeri penutur, di sini, 
kita bisa bicara Syaikh Maulana Malik Ibrahim, 
Syaikh Maulana.. siapa, 
ada di sana, ada di situ, atau di sini. 

Di negeri penutur, di sini, 
kata siapa Majapahit menguasai Nusantara? 
Bro, di sini tak ada candi,
atau prasasti Sira Gajah Madapatih Amangkubhumi,
tan ayun amuktia palapa, bla, bla,bla. 

Di negeri penutur, di sini, 
anak bangsa bisa berhikayat apa saja, 
tentang aku, dia, mereka, atau kita. 

Lorong Anggrek, Jumat 24 Juli 2020

Qashai Pelupessy

Komentar

Postingan populer dari blog ini

CONTOH: TULISAN ESAI LULUS BEASISWA

Untuk melamar beasiswa, seperti beasiswa LPDP Kemenkeu, maka pelamar diminta untuk menulis esai singkat tentang sejumlah kontribusi yang telah dilakukan selama ini. Ulasan tentang kontribusi ini paling tidak menjawab tiga hal yakni; (1) Kontribusi apa yang TELAH dilakukan?; (2) Kontribusi apa yang SEMENTARA dilakukan?; dan (3) Kontribusi apa yang NANTI dilakukan?. Intinya, ceritakan kontribusi apa baik itu SEBELUM, SEKARANG, dan NANTI. Membicarakan kontribusi ini bukan bermaksud untuk membanggakan diri sendiri, tapi sejauhmana peran anda di tengah kehidupan sosial. Berikut ini adalah contoh esai yang sudah saya tulis, dan alhamdulillah lulus beasiswa. Semoga bermanfaat.  ..............................  "Hidup damai” adalah dambaan setiap makhluk hidup di dunia ini. Baik itu hewan, tumbuhan, tanah, dan manusia, semuanya mendambakan kedamaian hidup. Itulah yang saya rasakan saat menulis personal statement ini setelah merefleksikan perjalanan hidup saya mulai sejak lahir hingga s...

Maluku Menuntut Keadilan?

Beberapa minggu lalu para intelektual Maluku melakukan webinar dalam rangka memperingati hari lahir republik Indonesia. Webinar itu mudah sekali ditebak substansi pembahasannya ialah soal keadilan sosial, ekonomi, dan pembangunan.  Awalnya, acara itu berlangsung hikmat. Webinar itu memberi beta sedikit pengetahuan bahwa ternyata industri-industri asing di Maluku "sengaja" dilegalkan hanya untuk menyedot kekayaan alam Maluku tanpa efek timbal balik yang jelas.  Keuntungan yang diperoleh industri asing itu langsung di kirim ke Jakarta untuk menghidupi gaya hidup "parlente" orang-orang berdasi di sana. Fakta ini sangat memprihatinkan. Maluku hanya dijadikan sapi perah. Ironis.  Olehnya itu, hasil webinar menuntut keadilan. Rekomendasi yang ditawarkan bukan main-main yakni; (1) melepaskan diri dari Indonesia; (2) merubah regulasi; dan (3) pembagian hasil harus seimbang 50:50.  Semua orang punya hak menuntut keadilan. Hal ini termasuk perilaku terpuji. Namun, dalam tuntu...