Langsung ke konten utama

Bangsa Batukel


Hujan sore ini, menghadirkan samar-samar pelangi, dan para burung asyik bersiul indah. 

Dari balik bukit itu, membawa aku pada tutur suci, tanpa tulis, namun fakta. 

Memang, bangsa kita ini bangsa suka batukel kiri-kanan, asal aku bahagia, kau curiga. 

Memang, bangsa kita ini suka gulat dengan eksistensi, "Cogito Ergo Sum" (Aku Pikir, Maka Aku Ada). Hilang pikir, aku musnah.

Kenapa, bangsa kita tak menjadi bangsa, "Scribo Ergo Sum", (Aku Tulis Maka Aku Ada). 

Kenapa bangsa kita tak pernah tulis tutur dalam bait-bait sejarah? Akhirnya hilang fakta, aku musnah? 

Ketika aku bertanya, kenapa? Dia jawab, "Kalau kau berani ungkap fakta, lalu itu salah, terus bagaimana?"

Yasudah, diam saja. Memang, bangsa kita ini bangsa tutur, bangsa batukel, dan bangsa hilang sejarah. 

Jangan kau tanyakan lagi, kenapa? Diam saja. 

Gunung Malintang
Rabu, 22 Juli 2020

Qashai Pelupessy

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

CONTOH: TULISAN ESAI LULUS BEASISWA

Untuk melamar beasiswa, seperti beasiswa LPDP Kemenkeu, maka pelamar diminta untuk menulis esai singkat tentang sejumlah kontribusi yang telah dilakukan selama ini. Ulasan tentang kontribusi ini paling tidak menjawab tiga hal yakni; (1) Kontribusi apa yang TELAH dilakukan?; (2) Kontribusi apa yang SEMENTARA dilakukan?; dan (3) Kontribusi apa yang NANTI dilakukan?. Intinya, ceritakan kontribusi apa baik itu SEBELUM, SEKARANG, dan NANTI. Membicarakan kontribusi ini bukan bermaksud untuk membanggakan diri sendiri, tapi sejauhmana peran anda di tengah kehidupan sosial. Berikut ini adalah contoh esai yang sudah saya tulis, dan alhamdulillah lulus beasiswa. Semoga bermanfaat.  ..............................  "Hidup damai” adalah dambaan setiap makhluk hidup di dunia ini. Baik itu hewan, tumbuhan, tanah, dan manusia, semuanya mendambakan kedamaian hidup. Itulah yang saya rasakan saat menulis personal statement ini setelah merefleksikan perjalanan hidup saya mulai sejak lahir hingga s...